Fkg.umsida.ac.id – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menerima kunjungan benchmarking dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Maharani Malang sebagai bagian dari persiapan pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi (21/01/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan UMSIDA dan diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, serta perwakilan STIKes Maharani Malang.
Benchmarking tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I UMSIDA, Dr Hana Catur Wahyuni ST MT, Dekan drg Lila Muntadir SpOrt dan pimpinan FKG UMSIDA, serta delegasi STIKes Maharani Malang yang dipimpin oleh Pengawas Yayasan dr Aman Ardhito Endarso SKM, dan Kepala STIKes Maharani Malang Ns Reni Tri Febriani SST MKes.
Kegiatan ini menjadi forum pertukaran informasi dan praktik baik terkait pengelolaan institusi pendidikan tinggi, khususnya pada bidang kedokteran gigi.
Baca Juga : Kembangkan UMKM Lokal, Tim Abdimas Umsida Beri 2 Pelatihan di UMKM Babakaran Raos
Benchmarking sebagai Penguatan Tata Kelola Akademik

Wakil Rektor I UMSIDA Dr Hana Catur Wahyuni menyampaikan bahwa benchmarking merupakan langkah strategis dalam penguatan mutu pendidikan tinggi melalui kolaborasi antarperguruan tinggi.
“UMSIDA terbuka untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan institusi, khususnya terkait tata kelola akademik, sistem penjaminan mutu internal, dan pengembangan program studi,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan, FKG UMSIDA menjelaskan pengalaman pendirian dan pengelolaan Program Studi Kedokteran Gigi, termasuk tantangan dalam pemenuhan sumber daya manusia, penyusunan kurikulum, serta kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.
Persiapan Pembukaan Prodi Kedokteran Gigi
Pengawas Yayasan STIKes Maharani Malang, dr Aman Ardhito Endarso SKM, menyampaikan bahwa benchmarking ini dilakukan untuk memperoleh gambaran komprehensif sebagai dasar persiapan pembukaan Prodi Sarjana Kedokteran Gigi.
“Tujuan kami adalah memperoleh informasi, masukan, serta praktik baik terkait pengelolaan institusi, pengembangan program studi, kurikulum, tata kelola akademik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa aspek sumber daya manusia dan kurikulum menjadi tantangan utama dalam proses pembukaan program studi baru.
“Pemenuhan dosen sesuai bidang keilmuan dan penyusunan kurikulum yang memenuhi standar menjadi perhatian utama kami dalam tahap persiapan ini,” tambahnya.
Kepala STIKes Maharani Malang Ns Reni Tri Febriani SST, MKes, menilai bahwa pengalaman FKG UMSIDA memberikan referensi yang sangat relevan dan aplikatif.
“Kami mendapatkan banyak masukan strategis, terutama terkait pemetaan kebutuhan SDM, penyusunan kurikulum, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar pendidikan kedokteran gigi,” ungkapnya.
Lainnya Juga : Peran SKP dalam Penguatan Pengabdian Masyarakat oleh Dosen FKG Umsida
Penguatan Kerja Sama Institusi Pendidikan Tinggi

Selain sebagai kegiatan benchmarking, kunjungan ini juga menjadi langkah awal penguatan kerja sama institusi antara STIKes Maharani Malang dan UMSIDA.
Diskusi yang berlangsung mencakup peluang kolaborasi dalam pengembangan akademik, peningkatan mutu pendidikan, serta pertukaran praktik baik dalam tata kelola institusi.
Kegiatan benchmarking ditutup dengan sesi foto bersama dan peninjauan sarana dan prasarana FKG UMSIDA sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Penulis : Alifiah Mulia Wulandari










